Sunat Modern Magelang On Sabtu, 23 Februari 2013

Kisah ini berawal pada Nabi Adam As yang memiliki anak 40 pasang kembar dampit. Diceritakan bahwa Nabi Adam hendak menjodohkan anak-anak kembar dampitnya dengan cara silang. Namun Siti Hawa, isterinya, menentang dan ingin menjodohkan anak kembar dampitnya dengan pasangan masing-masing. Alasannya sudah merupakan ketentuan takdir dijodohkan sejak dalam kandungan. Mereka saling berebut dan mengaku siapa yang lebih berhak untuk menentukan perjodohan diantara anak-anak mereka, maka mereka pun ingin membuktikan benih siapa sebenarnya yang lebih mempunyai peran atas terbentuknya janin. Dari mereka lalu kemudian sama-sama mengeluarkan rahsa "dayaning urip" (daya hidup).

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments